“AL-KA'INAT”
DAN “AL-IKHTIYAR”
DALAM
HIMPUNAN PUTUSAN TARJIH MUHAMMADIYAH
HALAMAN
12 DAN 19
Penanya:
Hisam Salih
Salim Basuleman, Wonosobo
Telp.
325428, HP. 081578592200
(disidangkan
pada hari Jum’at, 10 Shaffar 1427 H / 10 Maret 2006 M)
Pertanyaan:
Saya membaca buku yang berjudul: Himpunan Putusan
Tarjih Muhammadiyah (Muqarrarat Majlis at-Tarjih) yang sudah diperbaiki menurut
putusan Muktamar Tarjih di Wiradesa, Pekalongan, yang dikerjakan oleh
team/panitia penelitian, yang ditetapkan oleh PP Muhammadiyah dan Majelis
Tarjih.
1.
Pada halaman 12 saya membaca tapi kurang paham:
لاَ يُشْبِهُهُ شَيْئٌ مِنَ الْكَائِنَاتِ
2.
Pada halaman 19 terdapat kalimat:
لَيْسَ لِلعِبَادِ إِلاَّ اْلإِخْتِيَارُ
Apa arti al-ikhtiyar?
Saya sangat berterima kasih jika antum dapat
menolong saya untuk memahami dari yang tertulis di atas, atau mungkin
pertanyaan saya sudah pernah ditanyakan oleh orang lain dan sudah dijawab,
mohon saya diberi rujukannya. Jazakumullah khairal-jaza'.
Jawaban:
Terima kasih atas pertanyaan saudara, sehingga
kami memerlukan membaca ulang Himpunan Putusan Tarjih (HPT) Muhammadiyah.
Ternyata kedua pertanyaan saudara belum ditanyakan oleh orang lain. Kami telah
berijtihad, dan telah dibahas bersama (ijtihad jama'iy), kalau jawaban ini
benar adalah dari Allah SWT, tetapi kalau salah, adalah dari kami.
1.
Pertanyaan yang pertama, yaitu makna al-ka'inat,
yang terdapat dalam HPT halaman 12.
Kata al-ka'inat adalah bentuk jamak
dari kata al-ka'inah, yang berarti segala yang ada atau semua
makhluk Allah SWT.
Maka yang dimaksudkan dengan pernyataan: لاَ يُشْبِهُهُ شَيْئٌ مِنَ الْكَائِنَاتِ
, ialah: tiada suatu pun dari makhluk Allah yang menyamai Allah. Jika dikatakan
bahwa Allah mempunyai tangan, maka tangan Allah berbeda dengan tangan manusia
atau makhluk lainnya. Jika dia mempunyai wajah, maka wajah Allah berbeda dengan
wajah manusia atau makhluk lainnya, dan seterusnya.
2.
Pertanyaan kedua, tentang makna al-ikhtiyar,
yang terdapat pada halaman 19 HPT.
Kata al-ikhtiyar, berarti pilihan,
bentuk masdar dari fi'il madli ikhtara. Kadang-kadang diartikan dengan usaha,
sebab biasanya usaha itu dilakukan melalui proses memilih, mana yang lebih baik
atau lebih mudah.
Maka yang dimaksudkan dengan pernyataan: لَيْسَ لِلعِبَادِ إِلاَّ اْلإِخْتِيَارُ
, ialah: bahwa hamba Allah (manusia) dapat memilih apa yang dikehendakinya (keinginannya)
dan berusaha untuk mencapainya, tetapi ketentuan akhir berada di tangan Allah
SWT. Artinya, bahwa hanya Allah-lah yang menentukan nasib hamba-Nya. Maka
sering terjadi, seseorang sudah berusaha keras agar penyakitnya sembuh, tetapi
Allah menentukan yang lain.
Wallahu a'lam bish-shawab. *sd)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar